Setiap masuk tahun baru (Hijriyyah), manusia menitipkan lembaran-lembaran tahun yang telah dilewatinya, sedangkan dihadapannya ada tahun baru yang menjelang
Bukanlah inti masalah ada pada kapan tahun baru usai dan menjelang, akan tetapi yang menjadi inti masalah adalah dengan apa kita dahulu mengisi tahun yang telah berlalu itu dan bagaimana kita akan hiasi tahun yang akan datang.
Dalam menyongsong tahun baru (Hijriyyah), seorang mukmin adalah sosok insan yang suka tafakkur (berpikir) dan tadzakkur (merenung)”
Memaknai Tahun Baru Bagi Seorang Muslim
Sa’id Abu Ukkasyah oleh Sa’id Abu Ukkasyah 1 Januari 2015
tahun baru muslim
Daftar Isi
Tafakkur (berpikir) yang pertama, yaitu tafakkur hisab (intropeksi)
Tafakkur yang kedua, yaitu tafakkur isti’daad (persiapan)
Bukankah hidup ini hakikatnya adalah perjalanan?
Tujuan hidup seorang Muslim
Akhir perjalanan hidup seorang Muslim
Ironis
Bagaimana cara memaknai tahun baru bagi seorang muslim? Simak penjelasannya di artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.
Segala puji bagi Allah yang menjadikan malam dan siang silih berganti sebagai ‘ibrah (pelajaran) bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada suri tauladan kita, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, hamba-Nya yang paling bersyukur, dan utusan-Nya yang mengajarkan bagaimana bersyukur dengan sebaik-baiknya kepada umatnya, amma ba’du.
“Di dalam berjalannya waktu, silih bergantinya hari dan berlalunya bulan dan tahun, terdapat pelajaran yang berharga bagi orang yang mau merenungkannya.
Tidak ada satu tahun pun berlalu dan tidak pula satu bulan pun menyingkir melainkan dia menutup lembaran-lembaran peristiwanya saat itu, pergi dan tidak kembali, jika baik amal insan pada masa tersebut, maka baik pula balasannya, namun jika buruk, penyesalanlah yang mengikutinya.. [Kartabrata]
Sumber: https://muslim.or.id



